<?xml version="1.0"?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd"><mods version="3.3" ID="1547"><titleInfo><title><![CDATA[PENERAPAN TERAPI FOOT MASSAGE UNTUK MENGATASI PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARIAT KABUPATEN SORONG]]></title></titleInfo><name type="Personal Name" authority=""><namePart>NIDIA ACHIRUL TAMARA</namePart><role type="text"><roleTerm>Pengarang</roleTerm></role></name><name type="Personal Name" authority=""><namePart>Rolyn F. Djamanmona, S.St,M.Tr.Kep</namePart><role type="text"><roleTerm>Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role></name><name type="Personal Name" authority=""><namePart>Nurul Kartika Sari M.Kep</namePart><role type="text"><roleTerm>Dosen Pembimbing 3</roleTerm></role></name><name type="Personal Name"><namePart>Rizqi Alvian Fabanyo,S.Kep.,Ns.,M.Kes</namePart><role type="text"><roleTerm>Ketua Penguji</roleTerm></role></name><typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource><genre authority="marcgt">bibliography</genre><originInfo><place><placeTerm>Perpustakaan Sorong</placeTerm></place><publisher>Poltekkes Kemenkes Sorong</publisher><dateIssued>2024</dateIssued><dateIssued>monographic</dateIssued><edition>Published</edition></originInfo><language><languageTerm>id</languageTerm><languageTerm>Indonesia</languageTerm></language><itemType><itemTypeTerm type="code">KTI</itemTypeTerm><itemTypeTerm type="text">Karya Tulis Ilmiah</itemTypeTerm></itemType><copyright><copyrightTerm  type="code">5</copyrightTerm ><copyrightTerm  type="text">POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SORONG</copyrightTerm ></copyright><physicalDescription><form authority="gmd">Text</form><extent/></physicalDescription><note>Pendahuluan: Diabetes Melitus Tipe 2 adalah penyakit yang terjadi karena insulin&#xD;
tidak dapat bekerja dengan baik , kadar glukosa darah terus meningkat sehingga&#xD;
melepaskan lebih banyak insulin pada akhirnya dapat menguras pancreas dan&#xD;
mengakibatkan produksi insulin dalam tubuh semakin sedikit menyebabkan kadar&#xD;
glukosa darah meningkat (Hiperglikemia). Hasil studi Pendahuluan didapatkan di&#xD;
Puskesmas Mariat, Kabupaten sorong bahwa pada tahun 2023 dengan rentang usia 45-&#xD;
59 tahun ada sekitar 44 jiwa yang terdiagnosa Diabetes Melitus Tipe 2. Kemudian&#xD;
pada tahun 2024 dalam rentang bulan januari-April terjadi peningkatan sebanyak 49&#xD;
jiwa yang terdiagnosa Diabetes Melitus Tipe 2. Tujuan: Mampu menerapkan Terapi&#xD;
Foot Massage Untuk Mengatasi Perfusi Perifer Tidak Efektif Pada Pasien Diabetes&#xD;
Melitus Tipe 2. Metode : Penelitian Deskriptif dalam bentuk studi kasus. Responden&#xD;
yang diteliti sebanyak 2 berjenis kelamin Perempuan pertama berusia 46 tahun dan&#xD;
responden kedua berusia 46 dengan masalah Diabetes Melitus Tipe 2. Instrumen yang&#xD;
digunakan adalah Pengkajian Asuhan Keperawatan, SOP terapi Foot Massage,&#xD;
tensimeter merek One Med, Dopler merek Elitech, Glukometer merek Autocheck dan&#xD;
lembar obsevasi. Intervensi diberikan selama 2 hari tiap 1x pertemuan diberikan&#xD;
sebanyak 3x penerapan Foot massage dengan diberi jeda istirahat selama 5 menit.&#xD;
Hasil dan Pembahasan : Hasil dari kedua Pasien menunjukkan bahwa Pasien I Ny.M&#xD;
memiliki nilai ABI yang kurang baik dibandingkan dengan nilai ABI milik Ny. S&#xD;
ditandai dengan adanya Penurunan nilai ABI kiri,keluhan Ny. M yang merasa&#xD;
kesemutan seperti ditusuk-tusuk yang menandakan telah terjadi penurunan sensitivitas&#xD;
pada kaki yang mana hal ini dapat berisiko menimbulkan ulkus diabetikum,hal ini&#xD;
terjadi karena Ny.M yang kurang aktifitas fisik, pola makan yang tidak sesuai, dan&#xD;
meminum obat tidak sesuai dengan anjuran minum, sedangkan pada Ny.S mengalami&#xD;
Penurunan ABI kanan meskipun masih dalam batas normal, dan keluhan merasa&#xD;
kesemutan tanpa disertai keluhan seperti ditusuk-tusuk. Adanya penurunan bisa terjadi&#xD;
karena Ny.S yang jarang control dan tidak pernah mengkonsumsi Obat DM&#xD;
Kesimpulan: Terapi Foot Massage pada pasien DM Tipe 2 mampu meningkatkan&#xD;
nilai ABI namun Perlu di imbangi dengan keaktifan penderita DM Tipe 2 untuk&#xD;
mengikuti aktivitas fisik, keteraturan dalam konsumsi obat, menjaga Pola Makan, dan&#xD;
rutin untuk control Kesehatan.&#xD;
Kata Kunci: DM Tipe 2, Ankle Brachial indeks, Foot Massage</note><classification/><ministry>14401</ministry><studentID>31440121007</studentID><identifier type="isbn">20240527</identifier><departementID>poltekkes Kemenkes sorong</departementID><urlCrossref/><location><physicalLocation>Setiadi 4 Rangkui Senayan Sistem Elektronik Tesis dan Disertasi</physicalLocation><shelfLocator/><holdingSimple/></location><digitals><digital_item id="480" url="" path="/KTI Nidia Achirul Tamara-scan.pdf" mimetype="application/pdf"/></digitals><image><![CDATA[Screenshot_2024-08-29_144209.png.png]]></image><recordInfo><recordIdentifier/><![CDATA[1547]]><recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-29 12:56:11]]></recordCreationDate><recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-29 12:56:11]]></recordChangeDate><recordOrigin>machine generated</recordOrigin></recordInfo></mods></modsCollection>
