Edukasi Modifikasi Gaya Hidup dan Intervensi Terapi jalan kaki terhadap Penurunan tekanan darah pada penderita Hipertensi di wilayah kerja puskesmas sorong timur
Abstract
EDUKASI MODIFIKASI GAYA HIDUP DAN INTERVENSI TERAPI
JALAN KAKI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA
PENDERITA HIPERTENSI PADA NY.K
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SORONG TIMUR
Brooklyn Costan Duwit 1), Nurul Kartika Sari, M.Kep2), Drs.Panel
Situmorang.M,Mpd3)
(1)Mahasiswa Prodi D.III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Sorong
(2)Dosen Pembimbing I Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Sorong
(3)Dosen Pembimbing II Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Sorong
Latar Belakang:Hipertensi adalah kondisi tekanan darah >140/90 mmHg
yang dipengaruhi oleh faktor tidak dapat diubah (umur, genetika) dan dapat
diubah (konsumsi garam, aktivitas fisik) serta menjadi salah satu penyebab
utama kematian dunia. Prevalensi hipertensi pada lansia sangat tinggi, termasuk di Provinsi Papua Barat dan Kota Sorong. Pendekatan non-
farmakologis seperti terapi jalan kaki dan modifikasi gaya hidup efektif
dalam mengendalikan tekanan darah. Tujuan:Mengetahui penerapan edukasi dan intervensi terapi jalan kaki pada
pasien hipertensi lansia di Puskesmas Sorong Timur. Melakukan pengkajian, merumuskan diagnosa, menyusun rencana
keperawatan, dan melaksanakan intervensi pada pasien hipertensi. Metode:Studi kasus deskriptif dilakukan pada satu pasien lansia (Ny. K)
periode 1–3 Juli 2025. Pengumpulan data melalui wawancara, pemeriksaan
fisik (IPPA), observasi, pemantauan tanda vital, dan dokumentasi melalui
format asuhan keperawatan. Intervensi berupa edukasi gaya hidup dan
program jalan kaki pagi (06.00–10.00, 15–30 menit, 0,8–1,6 km, 3× per
minggu selama 1 bulan). Evaluasi dilakukan setiap sesi sebelum dan
sesudah jalan kaki. Hasil: Ny. K menunjukkan gejala khas hipertensi (lemas, sesak, pusing, nyeri dada, pembengkakan kaki). Diagnosa keperawatan utama adalah risiko
penurunan curah jantung. Setelah tiga kali intervensi, terjadi penurunan
tekanan darah dari rata-rata 136/83 mmHg (pra-intervensi) menjadi
126/80 mmHg (pasca-intervensi). Hasil ini sejalan dengan temuan studi lain
bahwa jalan kaki menurunkan tekanan sistolik 10–15 mmHg pada lansia. Kesimpulan:Terapi jalan kaki disertai edukasi gaya hidup merupakan
intervensi keperawatan non-farmakologis yang aman, murah, dan efektif
dalam menurunkan tekanan darah pasien lansia dengan hipertensi. Implementasi di Puskesmas Sorong Timur menunjukkan penurunan
signifikan tekanan darah dan perbaikan tanda vital setelah tiga sesi. Studi
lanjutan dengan sampel lebih besar dan durasi lebih panjang diperlukan
untuk melihat efektivitas jangka panjang. Kata kunci: hipertensi, lansia, terapi jalan kaki, asuhan keperawatan, studi
kasus.
Detailed Information
Basic Information
- Item Type
- Karya Tulis Ilmiah
- Language
- Indonesia
- Edition
- Published
- Copyright
- POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SORONG
Academic Information
- Student ID
-
31440122007 - Program Code
- 14401
- Department
- poltekkes Kemenkes sorong